Landak mini merupakan salah satu hewan favorit saat ini yang banyak dipelihara oleh masyarakat. Perawatan landak mini bagi pemula sangatlah susah apabila belum membaca panduannya. Untuk itu Hewanpedia kali ini akan menyajikan informasi terkiat Cara Memelihara Landak Mini dari Kandang hingga Makanan.

Kandang Landak Mini

Pada dasarnya untuk pemeliharaan landak, tidak diperlukan tempat khusus yang seperti pada habitat aslinya, untuk digunakan sebagai kandang, alternatifnya cukup gunakan akuarium kaca/acrilic atau container plastik atau juga kotak kayu. Namun yang terpenting adalah dimensinya mencukupi kebutuhan ruang gerak dan aktifitas landak mini. Rekomendasi untuk kandang landak mini adalah berukuran 50x50cm atau 40x60cm, sedangkan untuk tingginya tidak kurang dari 30cm (menghindari landak memanjat dan lepas).

Letak kandang terbaik adalah pada area dengan suhu normal: 21 – 27′C, memiliki sirkulasi penghawaan dan pencahayaan yang cukup baik

Serutan Kayu untuk Landak Mini

Digunakan sebagai media alas/bedding pada kandang landak mini teman-teman. Fungsi lainnya adalah menyerap kotoran padat/PUP atau kotoran cair (PEE), penghangat tubuh landak saat malam hari, serta media kunyah landak saat annointing

Pastikan teman-teman cukup teliti dalam memilih jenis serutan kayu yang digunakan, sehingga hewan kesayangan teman-teman akan terjaga kesehatan  maupun kenyamanannya didalam kandang.

Tempat Makan dan Minum Landak Mini

Lebih direkomendasikan menggunakan bahan yang cukup lebar dan berat seperti kaca (misal: asbak kaca), wadah keramik, wadah pakan plastik yang telah diberi semen bawahnya, atau bahan-bahan lain yang tidak mudah untuk dibolak-balik oleh landak. Ketinggian wadah pakan juga harus diperhatikan, tidak terlalu rendah juga tidak boleh terlalu tinggi (harus mudah digapai oleh mulut landak) yaiut berkisar antara 4-8cm.

Untuk tempat minum, teman-teman cukup menggunakan botol minum hamster, untuk ukurannya menyesuaikan: 80ml, 100ml, 125ml, 250ml tergantung kebutuhan dan kemudahan mendapatkannya. Untuk airnya cukup gunakan air putih matang/mineral sehingga terjamin kebersihannya.

Ingat, Jangan berikan susu berlaktosa terhadap landak mini!! Susu pada umumnya mengandung zat laktosa dan landak mini sangat rentan terhadap laktosa. Jika diberikan mula-mula landak akan terlihat gelisah, muntah, diare yang pada akhirnya sering mengarah pada kematian.

Tempat Persembunnyian Landak Mini 

Masih ingat tentang sifat landak “nocturnal”? Dia akan aktif pada malam hari, dan tidur pada siang hari. Hidding box berfungsi sebagai ruang gelap dimana tempat dia tidur. Keberadaan media ini sangat membantu dalam penyesuaian/adaptasi landak dengan kandangnya alias salah satu faktor penting dalam kenyamanan. Dan hidding box ini juga sangat berfungsi ketika landak mini dalam masa kehamilan, atau hendak melahirkan. Karena proses penyusuan hoglet-hoglet landak akan terjadi dalam hidding box, skaligus mencegah anak-anaknya tercecer keluar/menjauh dari induknya.

Bahan hidding box bisa dengan pipa paralon/ talang PVC  bentuk “U”, kotak sepatu, kotak triplek atau hidding box khusus yang biasanya didatangkan dari luar negeri.Namun jangan lupa juga untuk menjaga kebersihannya,  cuci hidding beserta kandangnya maximal 5-7 hari atau ketika sudah terlihat kotor dan bau. Serta ganti juga serutan kayunya dengan yang baru.

Makanan Landak Mini

Makanan Landak Mini

Karena tergolong dalam insectivora (pemakan serangga), landak mini membutuhkan makanan yang berbasis protein tinggi. Idealnya kandungan dalam makanan landak mini adalah yang memiliki komposisi fat kecil (kurang dari 10%) dan protein yang cukup tinggi (28%-30%). Sebagai binatang peliharaan yang tentu saja jauh dengan keadaan pada habitat aslinya, di beberapa negara telah disediakan/diproduksi pakan khusus landak mini yang mengandung nutrisi penuh sesuai kebutuhan si landak mini tersebut.

Lain halnya di Indonesia, pakan landak mini yang memiliki kandungan nutrisi penuh secara khusus belum dijual maupun diproduksi. Namun teman-teman tidak perlu bingung, teman-teman bisa memberikan pakan primer (utama) untuk landak mini teman-teman dengan dry catfood atau dogfood (layaknya ketika teman-teman terbiasa makan nasi dan digantikan dengan ketela/jagung yang tentu saja kandungan dan fungsinya sama).

Dry catfood atau dogfood ini juga digunakan sebagai pembangun otot, dan cadangan energi (bukan lemak), serta pakan ini dirasa yang paling aman untuk landak karena landak jg membutuhkan komposisi yang hampir sama. Tentu saja ada persyaratannya, yaitu jangan lupa untuk tetap memilih jenis pakan yang mengandung bau atau rasa daging yang intensitas “amis”nya cukup tinggi (bisa ayam, ikan, sapi, dll) sebagai pendongkrak nafsu makan dan naluri landak mini agar tetap normal dan bersemangat serta kandungan nutrisi seperti yang telah disebutkan diatas sebagai penyokong kesehatan dan kebutuhan aktifitasnya sehari-hari.

Kebanyakan cenderung lebih menggunakan dry catfood dengan kandungan 30% Crude Protein, 9% Crude Fat, 4% Crude Fiber, 10% Moisture dengan berbahan dasar ikan tuna. Mayoritas catfood-lah yang memiliki komposisi rata-rata sebagai pemenuhan kebutuhan landak mini, namun pada beberapa produk dogfood juga ditemukan komposisi yang hampir sama seperti ini (jangan lupa untuk selalu melihat tabel kandungan gizi pada balik kemasan catfood atau dogfood yang teman-teman pilih)

Sedangkan untuk kebutuhan sekunder/makanan selingan atau biasa disebut “snack” yang dapat diberikan adalah berupa Ulat Hongkong/Jerman, mealworm, jangkrik, kroto, buah-buahan ataupun sayuran (tergantung kesukaan dan pilihan dari setiap individu landak mini, karena landak mini juga merupakan salah satu hewan yang doyan pilih-pilih). Oleh karena makanan ini disebut sebagai makanan tambahan/ selingan, jadi sebaiknya tidak diberikan secara berlebihan dan terus menerus kecuali dalam keadaan khusus (sakit/turunnya nafsu makan/kurang gizi).

Sekedar diketahui bahwa ulat hongkong/jerman yang umumnya paling sering diberikan pada landak mini, mengandung protein kasar 48 %, lemak kasar 40% , kadar abu 3 % , dan kandungan ekstrak non nitrogen 8%. Sedangkan kadar airnya mencapai 57 %. Meskipun memiliki protein cukup tinggi dan baik untuk stamina, namun kandungan lemak pada ulat hongkong yang juga cukup tinggi menyebabkan efek kegemukan pada binatang yang mengkonsumsinya dengan segala aspek ikutannya (mudahnya kematian akibat obesitas dan penyakit dalam lain).

Namun biarpun “snack” ini hanya merupakan makanan selingan untuk landakmini, hukumnya adalah semi wajib untuk tetap diberikan pada landak kesayangan teman-teman, karena:Naluri/insting berburu mangsa dan keaktifan landak mini tetap perlu dilatih untuk tetap menjaga kesehatan fisiknya.

Landak mini juga memerlukan makanan yang segar/fresh

Kadangkala landak mini merasakan jenuh pada pakan primernya sehingga menjadikan dia mogok makan (akan nampak ketika beberapa hari pakan dalam wadahnya yang teman-teman perhatikan tidak berkurang), sehingga teman-teman perlu untuk menyelinginya dengan pakan tambahan sebagai alternative untuk menghilangkan kejenuhan tadi.

DOSIS PAKAN LANDAK MINI

dapat diberikan secara bebas, biasanya berikan sekitar 2-4sendok makan setiap harinya untuk sepasang landak mini Pakan selingan / “snack”: dapat diberikan setiap 3-7 hari sekali pada kondisi normal, atau setiap 2-3 hari sekali pada kondisi pertumbuhan (usia 1-2,5bulan) atau dalam masa kehamilan indukan dan menyusui karena mereka butuh banyak nutrisi untuk menyusui dan saat hamil. Khusus untuk landak “obesitas” atau kegemukan, teman-teman dapat mengurangi dosis primer food setiap harinya atau dengan cara berikan pakan hanya dalam waktu 15-20menit, setelah itu angkat beserta tempat pakannya. Untuk makanan tambahannya disarankan memberikannya hanya dalam jumlah yang sedikit. Tentu saja penanganan lainnya adalah teman-teman harus sering mengajak landak “obesitas” tersebut untuk aktif bermain, bisa tetap dikandangnya (dengan pemberian mainan/jogging ball) ataupun berinteraksi dan mengajak dia main keluar kandangnya.

LARANGAN UNTUK PAKAN (jangan pernah berikan pakanan)

  1. produk susu maupun coklat, karena pencernaan landak itu intoleransi laktosa (tidak tahan terhadap laktosa), dampaknya akan menyebabkan landak mencret/diare dan berujung pada kematian.
  2. Pakan yang bersifat asam, seperti jeruk, anggur/kismis, alpukat karena tentu saja akan mengganggu system pencernaan landak mini.
  3. Pakan yang mengandung pemanis, pengawet dosis tinggi, dan zat pewarna.
  4. Pakan yang sudah kadaluarsa/berjamur akibat terkena PUP atau PEE nya.