Pada umumnya kalajengking yang paling banyak dipelihara di dunia adalah Emperor scorpion / Pandinus imperator, karena sengatannya yang tidak berbahaya, efeknya hanya seperti sengatan lebah, kecuali bagi orang yang alergi terhadap sengatan lebah ataupun anak-anak, dan dia sangat jarang menyengat karena mereka lebih cenderung menggunakan capitnya yang besar sebagai pertahanan hidup dan untuk berburu mangsa, Emperor scorpion sering dipakai untuk pembuatan film-film Hollywood karena ukuran tubuhnya yang besar, capit besar dan warna hitam yang menarik. contohnya adalah film Indiana jones, The mummy, Scorpion king dll. Kalajengking Emperor adalah termasuk yang terbesar di dunia, panjang tubuhnya bisa mencapai 6 sampai 8 inch atau 20 cm, umur emperor scorpion berkisar antara 5 hingga 8 tahun.

Karena Emperor Scorpion jarang ada yang menjual di Indonesia maka Kalajengking yang paling banyak dan umum dipelihara adalah jenis Asian Forest Scorpion (AFS) seperti Heterometrus Longimanus dan Heterometrus cyaneus. ada juga seperti Liocheles waigiensis yang mirip dengan Flat rock scorpion namun tidak sama besarnya, Liocheles waigiensis ukuran dewasanya hanya mencapai sekitar 5 cm, jenis ini larinya sangat cepat mereka sering ditemukan di balik kulit pohon, atau di kayu-kayu lapuk,  mereka sangat pemalu dan lebih memilih kabur dan sembunyi dibanding menyerang, Selain itu ada juga jenis lychas mucronatus yang bisanya lebih tinggi dibanding AFS namun tidak mematikan.

Tempat memelihara Kalajengking

Usahakan tempat pemeliharaan disesuaikan dengan habitat aslinya, Sediakan akuarium ukuran sedang yang ada tutupnya atau bisa juga kontainer plastik, karena kalau tidak ada tutupnya bisa berbahaya bagi kalajengking, misalnya tikus dan kucing juga cicak yang bisa masuk dan memangsa jangkrik sebagai pakan kalajengking, jauhkan juga dari jangkauan anak-anak, jangan meletakan ditempat yang terkena cahaya matahari langsung maupun sinar lampu yang terang. karena kalajengking adalah hewan yang aktif dimalam hari atau nocturnal.

Baca Pengetahuan Terkait   Sifat landak Mini yang wajib di Ketahui saat Memeliharanya

Alas kandang kalajengking

Alasnya yang paling dianjurkan adalah cocopeat (serbuk sabut kelapa) karena sangat baik dalam menjaga kelembaban, anda bisa membelinya di toko tanaman, kalau cocopeat susah dicari, bisa juga menggunakan serbuk kayu yang biasa dijual di petshop untuk alas hamster, jangan lupa dicuci dengan air mengalir, berkali-kali hingga tidak ada bau dan serbuk halusnya, atau bisa juga menggunakan tanah, namun tanah adalah pilihan terakhir, karena tanah akan mengotori tubuh kalajengking yang akan mengurangi keindahannya. tinggi substrat yang dianjurkan adalah sekitar 5 sampai 7 cm, namun tidak harus, saya sendiri hanya menggunakan serbuk kayu yang tingginya hanya 3 cm, karena sifat mereka yang burrower (suka menggali) sehingga menjadikan kalajengking tidak sering terlihat, jadi saya gunakan hanya 3 cm saja.

Tempat Air

Sediakan juga tempat air untuk berendam dan minum, atau water dish, bisa dibeli di petshop yang biasa digunakan untuk tempat minum ular maupun reptil lainnya, kalau mau hemat bisa juga menggunakan tutup toples yang agak lebar (jangan terlalu dalam) ganti air kalau kotor dan isilah air kalau habis, kalajengking bisa mandi dan membersihkan dirinya sendiri, asyik kan.? hehehe..

Kandang Kalajengking

Hiding Cave atau Tempat Sembunyi

Tempat sembunyi termasuk yang paling penting, Kalajengking suka bersembunyi seperti di habitat aslinya, anda bisa menggunakan batok kelapa yang sudah dipotong dan dilubangi sebagai jalan masuknya, kayu kayuan, dan juga daun-daunan kering.

Spray atau semprotan untuk Kelembaban Kandang

Spray berfungsi sebagai alat kelembaban, semprot pinggiran akuarium dan alas dengan men set spray ke setingan embun setidaknya sekitar 3 hari sekali, tergantung daerah tempat anda tinggal, kalau daerah anda panas lebih seringlah memistingnya, usahakan kelembaban sekitar 60 sampai 80% dan suhu sekitar 21 sampai 29 C.

Baca Pengetahuan Terkait   3 Cara Sederhana Mengurangi Infeksi Cacing pada Hewan Peliharaan

Makanan Kalajengking 

Makanan kalajengking adalah serangga yang lebih kecil dari tubuhnya, seperti jangkrik, belalang, kecoa dan sebagainya, Untuk Kalajengking dewasa bisa memakan pinkies atau anak tikus yang masih berwarna pink, cicak, dan juga ulat hongkong dan jerman, Agar lebih mudah sebaiknya diberi makan jangkrik saja karena lebih mudah di dapat di toko-toko makanan burung dan harganyapun sangat murah, jangan lupa untuk mempelajari juga pemeliharaan jangkrik, letakan juga makanan jangkrik di akuarium kalajengking, seperti ketimun, ubi, ataupun rerumputan, agar jangkrik tidak kelaparan dan malah menyerang kalajengking yang mungkin sedang ganti kulit atau sedang beristirahat. 1 ekor kalajengking dewasa bisa menghabiskan 3 sampai 6 jangkrik per minggu, masukan jangkrik sekitar 1 sampai 2 kali saja seminggu, bersihkan jika ada sisa-sisa makanan seperti kaki jangkrik, karena bisa didatangi semut, dan kerumunan semut bisa menyerang kalajengking. usahakan tempatnya terhindar dari semut.

Cara handling atau memegang kalajengking

Angkat secara perlahan lahan dari belakang dibawah sengatnya dan langsung letakan di tangan, Kalajengking tidak akan menyengat dan mencapit kalau sudah ditangan, karena dia menganggap tangan kita adalah pijakan atau tanah, Ingat jangan menyentuh punggungnya, kalau masih takut bisa juga menggunakan pinset panjang yang sudah dilapisi spon lalu letakan ditangan dan biarkan dia berjalan ditangan anda, dan kalau masih bingung, cari saja videonya di youtube dengan kata pencarian Scorpion Handling.

Ini Cara memelihara Kalajengking yang Baik dan Benar
Jika Bermanfaat, Berikan Penilian untuk Artikel ini