Metamorfosis merupakan salah satu tahap yang dialami oleh serangga. Nah taukah temen-temen bahwa ada beberapa jenis metamorfosis ? Perubahan bentuk fisik serangga dari satu tahap siklus hidup ke dalam siklus hidup lainnya disebut metamorfosis. Berdasarkan metamorfosis, ahli entomologi atau ahli tentang serangga, membagi serangga menjadi tiga kelompok yaitu ametaboloushemimetabolous, dan holometabolous.

Nah berikut merupakan rangkuman dari perbedaan masing-masing jenis metamorfosis.

 

Jenis Metamorfosis Serangga

1.  Ametabolous – Serangga yang tidak mengalami metamorfosis

Ametabolous berasal dari bahasa Yunani yang artinya tidak mengalami metamorfosis. Serangga kelompok ini tidak mengalami perubahan bentuk tubuh mulai menetas sampai tahap dewasa, hanya mengalami perubahan ukuran. Serangga yang tidak mengalami metamorfosis terdapat pada sub kelas Apterygota dari ordo protura, diplura, colembolla dan thysanura. Contohnya silverfish yang masuk ke dalam ordo thysanura.

 

Silverfish-Ametabolous-Tidak-mengalami-metamorfosis

Contoh : Silverfish –  Tidak mengalami metamorfosis

2. Hemimetabolous –  Metamorfosis tidak sempurna

Serangga kelompok hemimetabolous mengalami metamorposis secara bertahap atau sederhana atau lebih dikenal dengan metamorfosis tidak sempurna. hemimetabolous – hemi artinya sebagian. Serangga hemimetabolous mengalami tiga tahap kehidupan: telur, nimfa, dan dewasa.

a. Tahap telur

Tahapan telur merupakan tahapan awal dimana pada tahap ini serangga masih dalam telur yang baru saja dikeluarkan dari induknya.

b. Tahap nimfa

Pertumbuhan terjadi pada tahap nimfa. Pada tahap ini terjadi pergantian kulit berulang kali. Pada serangga bersayap, nimfa mengembangkan sayapnya saat pergantian kulit. Perilaku dan bentuk fisik serangga muda sudah menyerupai serangga tahap dewasa. Biasanya nimfa juga akan menempati habitat dan makan jenis makanan yang sama dengan serangga dewasa.

c. Tahap dewasa

Tahap serangga dewasa ditandai dengan telah berkembangnya semua organ tubuh termasuk sayap dan alat berkembangbiak. Sayap yang telah terbentuk sempurna biasanya menandakan serangga telah mencapai tahap dewasa.

Secara sederaha tahapan metamorfosis tidak sempurna –hemimetabolous adalah telur –> nimfa –> dewasa. Contoh serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna adalah belalang, kecoak, rayap dan capung.

Hemimetabolous - Metamorfosis bertahap atau metamorfosis tidak sempurna

Hemimetabolous – Metamorfosis bertahap atau metamorfosis tidak sempurna

3. Holometabolous – Metamorfosis sempurna

Hampir semua serangga mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan metamorfosis sempurna adalah  telur, larva, pupa, dan dewasa. Pada Setiap tahapannya bentuk fisiknya terlihat berbeda dari yang lain, bentuk larva serangga holometabolous tidak memiliki kemiripan dengan serangga dewasa. Habitat dan sumber makanan pada setiap tahapannya  mungkin sama sekali berbeda. Ulat adalah bentuk larva dari kupu-kupu dan larva ngengat; belatung adalah larva lalat dan kumbang.

Ketika larva berganti kulit untuk terakhir kalinya, masuk ke dalam tahap pupa. Tahap pupa dianggap sebagai tahap istirahat, meskipun sebenarnya banyak terjadi aktivitas. Bentuk fisik pada tahap larva mengalami perubahan sepenuhnya, Organ dan jaringan larva berubah secara total menjadi bentuk baru serangga dewasa.

Holometabolous - Tahapan Metamorfosis sempurna pada semut

Holometabolous – Tahapan Metamorfosis sempurna pada semut

Sebagian besar spesies serangga termasuk kelompok holometabolous, contohnya: kupu-kupu dan ngengat, lalat, semut dan lebah