Untuk sukses dalam budidaya kroto kita harus mengetahui semua seluk beluk semut rangrang, misalnya cara hidup, makanan, minuman, kebiasaan, sifat-sifatnya, dan semua yang dilakukan oleh semut rangrang dalam hidupnya, termasuk juga kebiasaan semut rangrang membuat sarang dipucuk pohon pada daun yang muda.

Jika kita perhatikan di alam, sarang semut rangrang selalu berada pada pucuk, baik pucuk pohon maupun pucuk cabang dan ranting pohon. Mengapa demikian? Ada beberapa alasan yang dapat kita temukan, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Daun muda teksturnya masih lembut sehingga akan mudah ditarik untuk dibentuk menjadi sarang.
  2. Daun muda pada suatu pohon biasanya menjadi sasaran hama tanaman yang merupakan makanan alami semut rangrang. Sehingga makanan semut rangrang di alam akan datang sendiri menghampiri sarang di pucuk pohon.
  3. Dengan menggunakan daun muda sebagai sarang, maka semut rangrang memiliki waktu yang lama dalam menguhi sarang tersebut sebelum daun menjadi tua dan mengering.
  4. Satu lagi alasan mengapa semut rangrang suka membuat sarang pada daun yang masih muda di pucuk pohon, adalah agar tidak mudah dijangkau musuhnya (salah satunya para pemburu kroto).

Dari 4 alasan tersebut, kita berharap dapat membuat kondisi rak dan sarang budidaya kroto mendekati habitat aslinya, sehingga kenyemanan semut rangrang dalam menghuni darang buatan akan terpenuhi, dan pada akhirnya akan mampu berproduksi secara maksimal dalam menghasilkan kroto super.

Terkadang kita melupakan atau tidak memperhatikan hal-hal kecil semacam itu, padahal terkadang hal-hal kecil bisa sangat menentukan keberhasilan sebuah usaha. Demikian alasan mengapa semut rangrang biasanya membuat sarang di alam pada pucuk daun yang masih muda di pucuk pohon ataupun dicabang, semoga bermanfaat.