Ekosistem mangrove merupakan habitat bagi berbagai fauna, baik fauna khas mangrove maupun fauna yang berasosiasi dengan mangrove. Berbagai fauna meliputi protozoa sederhana sampai burung, reptilia dan mamalia tersebut menjadikan mangrove sebagai tempat tinggal, mencari makan, bermain atau tempat berkembang biak.

Kepiting Uca atau disebut juga Kepiting Fiddler mempunyai 97 spesies (OMG ) yang tersebar di hutan bakau, rawa-rawa, dan pada pantai berpasir atau berlumpur Barat Afrika, Atlantik Barat, Timur Pasifik dan Indo-Pasifik. Mereka sering ditemukan dalam jumlah besar. Kepiting Uca memiliki perilaku lucu yaitu makan, bertengkar dan kimpoi, semua dilakukan pada waktu yang sama . Kepiting ini termasuk kepiting yang berukuran kecil (yang terbesar cuman sekitar 2-3 cm).

Seperti semua kepiting, Kepiting Uca mengalami moulting atau berganti cangkang saat mereka tumbuh (seperti ganti kulit pada ular). Dalam proses moulting ini, capit dan kaki yang telah putus sebelumnya akan kembali muncul.

Hal yang unik dari kepiting ini adalah dwimorfisme seksual, dimana kepiting jantan mempunyai satu buah capit besar yang berwarna cerah kontras dengan karapaksnya, dan betina tidak mempunyai capit yang besar. Capit tersebut berbentuk seperti biola dan mempunyai berat hampir seberat kepiting itu sendiri . Capit besar tersebut digunakan untuk menarik betina dan untuk mengintimidasi jantan pesaingnya . Kepiting ini menggerakan capit besar dengan gaya dan irama unik dalam upaya untuk menarik betina . Kepiting Fiddler mendapat nama mereka untuk perilaku yang menyerupai seorang musisi bermain biolanya. Pada kepiting jantan, jika capit yang besar hilang maka setelah moulting capit besar tersebut akan tumbuh lagi di sisi sebelahnya (jika awalnya capit besar di sebelah kiri putus, maka setelah moulting bagian yang putus di sebelah kiri akan menjadi capit kecil, dan capit kanan akan membesar ).

Kepiting Uca betina membawa kumpulan telur di sisi bawah tubuhnya dan akan menetap dalam liangnya selama dua minggu. Setelah itu betina akan berusaha keluar untuk melepaskan telurnya ke dalam air pasang surut. Telur menetas menjadi larva berenang bebas yang hanyut dengan plankton, namun berubah menjadi bentuk lain sebelum menetap dan berkembang menjadi Kepiting Uca

Kepiting Uca merupakan detritivor. Capit Kepiting Uca yang kecil mengambil sepotong sedimen dari tanah dan membawanya ke mulut, kemudian menyaringnya. Setelah didapatkan baik itu ganggang, mikrobia, jamur, atau detritus membusuk lainnya, sedimen dikeluarkan dalam bentuk bola-bola kecil.  Beberapa ahli percaya bahwa kebiasaan makan Kepiting Uca tersebut memainkan peranan penting dalam pelestarian lingkungan lahan basah, karena tanah menjadi teraduk dan mencegah kondisi anaerobik 

Kepiting Uca dapat mengubah warna. Kadang-kadang, mereka tampil beda di malam hari dan siang hari. Pada beberapa spesies, laki-laki mencerahkan warnanya selama musim kimpoi. Hal ini membuat  sulit untuk mengidentifikasi spesies yang berbeda dari Kepiting Uca dengan warna mereka saja. Spesies umumnya dibedakan oleh struktur penjepit mereka daripada oleh warna saja.