Tahukah temen-temen bahwa lobster tidak hanya hidup di laut tetapi juga dapat hidup di air tawar ? Nah Hewanpedia kali ini akan membahas mengenai Lobster air tawar (Paranephrops planifrons) atau di Indonesia sering disebut dengan Kepiting raja merah.

Karakteristik Lobster Air Tawar

Pada umumnya semua udang memiliki sifat alami yang sama, yakni aktif pada malam hari (nocturnal), baik aktivitas untuk mencari makan dan reproduksi. Beberapa indera yang digunakan udang untuk mendeteksi makanan adalah penglihatan (sight), audio atauvibrio sense, thermosense dan chemosense.

Dari keempat indera  tersebut chemosense atau chemoreseptor merupakan alat yang paling peka untuk mendeteksi pakan. Mencari pakan, udang lebih mengandalkan indera kimia daripada indera penglihatan.

Sifat lobster adalah kanibalisme yaitu memakan sesama jenis sebab lobster mempunyai karakter menyukai makanan yang berasal dari daging dan memiliki aroma amis, sehingga pada saat lobster mengalami pergantian kulit (molting) tubuhnya lunak serta menimbulkan aroma amis, hal ini mengundang lobster lain untuk mendekat dan memangsanya. Kanibal juga dapat terjadi jika makanan tidak mencukupi kebutuhan dan pertumbuhan tidak seragam. Lobster dalam keadaan lemah setelah molting atau sakit, maka menjadi santapan lobster yang kuat.

Pertumbuhan Lobster Air Tawar

Lobster Air Tawar

Pertumbuhan pada lobster air tawar merupakan penambahan protoplasma dan pembelahan sel yang terus menerus pada waktu ganti kulit. Secara umum dinyatakan bahwa laju pertumbuhan krustasea merupakan fungsi dan frekuensi ganti kulit dan pertambahan berat badan setiap proses ganti kulit atau molting. Pada lobster pergantian kulit pertama dimulai pada umur 2-3 minggu, frekuensi molting sering terjadi sebelum individu tumbuh menjadi dewasa (berumur 6-7 bulan) dan setelah dewasa proses moltingjarang terjadi.

Baca Pengetahuan Terkait   Burung Madu Matari, Burung Cantik Khas Nusa Tenggara

Frekuensi ganti kulit udang dipengaruhi oleh umur dan makanan yaitu jumlah dan mutu makanan yang diserap. Udang yang makanannya berkualitas baik dalam jumlah yang banyak akan lebih cepat mengalami pergantian kulit daripada makanannya sedikit ataupun yang kualitasnya kurang baik.

Cara membedakan Kelamin Lobster Air Tawar Jantan dan Betina

Lobster air tawar merupakan spesies dimorfis, terdiri atas jenis kelamin jantan dan betina. Jenis kelamin jantan dan betina lobster air tawar dapat dibedakan secara pasti jika usianya telah mencapai 2-3 bulan dengan panjang total rata-rata 4-6 cm. Ciri-ciri primer pembeda jenis kelamin calon induk lobster air tawar adalah bentuk tertentu yang terletak di tangkai kaki jalan dan ukuran capit. Sementara itu, ciri-ciri sekunder yang dapat dilihat secara visual adalah kecerahan warna tubuhnya.

Perbedaan jenis kelamin jantan dan betina pada lobster air tawar adalah sebagai berikut:

1. Ciri-ciri Kelamin jantan Lobster

Pada lobster air tawar jantan umumnya terdapat tanda merah di bagian luar kedua ujung capitnya. Namun, warna merah ini tidak terbentuk bila capitnya masih kecil. Tanda merah pada capit akan mulai terlihat bila ukuran lobster sudah mencapai 7,5 cm. Alat kelamin jantan berbentuk seperti sepasang tonjolan yang terlihat jelas menempel pada kaki jalan keempat yang paling mendekati badan. Pada usia yang sama, lobster air tawar berkelamin jantan cenderung mempunyai ukuran yang lebih besar dari lobster air tawar berkelamin betina. Warna tubuh calon induk jantan lebih cerah dibandingkan dengan warna dasar tubuh calon induk betina.

2. Ciri-ciri Kelamin betina Lobster

Lobster air tawar betina tidak memiliki tanda merah di kedua capitnya. Alat kelamin betina ditandai dengan adanya dua bulatan pada kaki kedua. Sama halnya dengan kelamin jantan, kelamin lobster juga harus sepasang. Pada usia yang sama, lobster air tawar berkelamin betina cenderung mempunyai ukuran yang lebih kecil dari lobster air tawar berkelamin jantan.

Baca Pengetahuan Terkait   Burung Cerecet Jawa (Psaltria exilis)

Cara membedakan Kelamin Lobster Air Tawar Jantan dan Betina 

Habitat dan Penyebaran Lobster Air Tawar

Habitat asli lobster air tawar adalah danau, rawa-rawa dan daerah sungai. Lobster air tawar cenderung bersembunyi di celah-celah dan rongga-rongga seperti bebatuan, potongan-potongan pohon, dan di antara akar tanaman rawa-rawa. Hewan ini termasuk hewan yang tahan terhadap kondisi yang kurang baik, misalnya pada saat musim kering mereka bisa hidup dalam tanah bahkan mampu membuat lobang sampai kedalaman 5 cm.

Lobster air tawar adalah jenis hewan akuatik yang habitat alaminya adalah danau, sungai, rawa dan saluran irigasi, hewan ini bersifat endemik karena terdapat spesies lobster air tawar yang ditemukan di habitat alam tertentu.

Berdasarkan data yang terkumpul, jenis lobster air tawar sebanyak 47 spesies. Spesies-spesies ini ada yang sudah dibudidayakan dan masih hidup bebas di alam terbuka. Lobster air tawar tersebut tersebar luas di seluruh belahan dunia, mulai dari Benua Eropa hingga Benua Amerika dan Australia. Meskipun beberapa spesies lobster air tawar yang populer berasal dari Australia dan Amerika, Indonesia juga memiliki daerah sebagai asal lobster air tawar. Daerah asalnya yaitu aliran sungai-sungai di Lembah Baliem, Papua.

Penyebaran lobster air tawar pun semakin meluas ke seantero Nusantara. Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok dan Bekasi merupakan pusat perkembangan dan produksi lobster air tawar. Di Sumatera, beberapa daerah juga menjadi sentra produksi lobster air tawar, seperti Lampung, Palembang, Padang dan Medan. Di Sulawesi beberapa daerah juga sudah banyak memproduksi lobster air tawar, seperti Makassar dan Manado. Samarinda, Banjarmasin dan Balikpapan merupakan wilayah penyebaran lobster air tawar di Pulau Kalimantan.