Kumbang tanduk merupakan salah satu jenis kumbang terbesar di dunia dan adalah hewan nokturnal (aktif di malam hari). Saat siang, mereka bersembunyi di bawah batang pohon untuk menghindari predator. Secara proporsional, kumbang tanduk adalah hewan terkuat di bumi. Mereka bisa mengangkat hingga 850 kali berat badan mereka sendiri.

Hanya kumbang jantan yang memiliki tanduk. Ukuran tanduk merupakan indikator kesehatan fisik kumbang jantan. Kumbang tanduk jantan menggunakan tanduk mereka dalam pertarungan memperebutkan makanan dan daerah kekuasaan untuk menarik perhatian betina. Lawan yang kalah tidak berusaha dikejar dan tidak ada saling bunuh atau melukai. Tanduk juga dapat digunakan untuk menggali tanah dan mengubur diri di dalam tanah, bersembunyi dari bahaya. Kumbang tanduk memiliki sayap dan dapat digunakan untuk terbang.

HABITAT Kumbang Tanduk atau Kumbang Badak

Kumbang tanduk hidup di hutan hujan dimana terdapat banyak batang pohon mati yang dapat dijadikan sarang sekaligus sumber makanan larva mereka. Kumbang tanduk dapat ditemukan hampir di semua benua mulai dari Asia, Australia, Amerika, hingga Eropa.

Di alam terbuka, kelelawar, tikus, burung, dan rakun adalah musuh alami kumbang tanduk.

METAMORFOSIS atau Siklus Hidup Kumbang Tanduk atau Kumbang Badak

Kumbang tanduk menjalani proses metamorfosis sempurna dengan 4 tahap: telur, larva, kepompong, dan imago. Lama proses metamorfosis pada kumbang badak atau kumbang tanduk bervariasi tergantung spesies dan lingkungan. Di Indonesia yang beriklim tropik, proses metamorfosis kumbang badak berlangsung cenderung lebih cepat dibanding spesies kumbang badak dari negara dengan 4 musim.

Baca Pengetahuan Terkait   8 Fakta Menarik mengenai Ikan Barakuda

1. Telur

 

Telur Kumbang Tanduk atau Kumbang Badak

Telur Kumbang Tanduk atau Kumbang Badak

Induk betina biasanya meletakkan sekitar 50 butir telur berwarna putih dengan ukuran diameter 3 mm pada tempat yang aman seperti batang pohon mati atau di dalam tanah. Setelah 2 minggu telur-telur akan menetas menjadi larva yang bentuknya mirip ulat berwarna pucat, dengan 3 pasang kaki di bagian depan tubuhnya.

2. Larva

Larva Kumbang Tanduk atau Kumbang Badak

Larva Kumbang Tanduk atau Kumbang Badak

Larva kumbang tanduk di beberapa daerah biasa disebut uret. Uret yang baru menetas berwarna putih dan akan terus tumbuh membesar dan berganti kulit dua kali sebelum menjadi pupa/kepompong. Uret besar yang siap menjadi kepompong berwarna putih kekuningan, dengan warna bagian ekor agak gelap dan warna kepala merah kecoklatan. Uret berukuran panjang 7-10 cm dan terdapat bulu-bulu pendek di sekujur permukaan tubuh. Stadium larva berlangsung selama 4-5 bulan.

Larva kumbang tanduk merupakan sumber protein tinggi (40%). Kandungan proteinnya lebih tinggi dibandingkan dengan daging ayam (20%), daging sapi (18%) atau telur ayam (13%).

3. Kepompong

Pupa Kumbang Tanduk atau Kumbang Badak

Pupa Kumbang Tanduk atau Kumbang Badak

Ukuran kepompong lebih kecil dari larvanya (5-8 cm). Terjadi 2 fase pada tahap ini, fase pertama berlangsung selama 1 bulan, merupakan perubahan larva menjadi pupa, dan fase kedua berlangsung selama 3 minggu, merupakan perubahan pupa menjadi dewasa.

Kepompong dari kumbang tanduk berwarna kemerahan dan memiliki bentuk menyerupai kumbang dewasa sehingga dari wujud kepompongnya dapat diketahui jenis kelamin kumbang yang akan keluar, jika terlihat ada bentuk tanduk maka pupa akan berubah menjadi kumbang tanduk jantan dan sebaliknya.

4. Dewasa

Kumbang Tanduk atau Kumbang Badak

Kumbang Tanduk atau Kumbang Badak

Kumbang tanduk dewasa adalah hewan berumur pendek dan umurnya biasanya tidak lebih dari setahun.

Baca Pengetahuan Terkait   10 Fakta Menarik Mengenai Burung Pelikan

MAKANAN Kumbang Tanduk atau Kumbang Badak

Pada umumnya, kumbang tanduk makan apa saja yang mengandung cairan manis yang bisa dihisap. Kumbang tanduk dewasa suka memakan pucuk (umbut) kelapa, tebu,  getah pohon dan buah-buahan manis (apel, mangga, pisang) sementara larva makan kayu lapuk.

Kumbang tanduk merupakan hama yang menyerang tanaman kelapa, kelapa sawit dan tanaman palem lainnya. Kumbang tanduk menggerek pucuk pohon kelapa sawit yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan dan dapat mematikan tanaman.

  • Kingdom: Animalia
  • Phylum: Arthropoda
  • Class: Insecta
  • Order: Coleoptera
  • Family: Scarabaeidae
  • Sub Family: Dynastinae
  • Genus: Chalcosoma
  • Species: Chalcosoma atlas
  • Panjang tubuh: 3,5 cm – 11,5 cm
  • Harapan hidup: 8 bulan (jantan), 2 tahun (betina)
Siklus Hidup Kumbang Tanduk

Siklus Hidup Kumbang Tanduk

Jika Bermanfaat, Berikan Penilian untuk Artikel ini