Belalang merupakan serangga yang sangat mudah ditemukan di Indonesia terutama apabila teman-teman menginjakan kaki direrumputan, pasti akan melihat beberapa belalang yang meloncat dengan berbagai ukuran. Nah tahukan teman-teman bahwa ada 5 jenis belalang yang mudah ditemukan di Indonesia ? Apasaja ? berikut penjelasan Hewanpedia:

1. Belalang Kayu ( Hedge Grasshopper )

5 Jenis Belalang yang Mudah di Temukan di Indonesia

 

Belalang ini berukuran saat dewasa mencapai 85 mm dengan warna coklat tua. Saat muda (Nimfa) berwarna hijau dan terkadang terdapat pola coklat dan oranye, kemudian berubah menjadi coklat sebelum kulitnya terkelupas (moulting). Selama musim dingin, belalang ini berhibernasi. Habitat belalang kayu di daun pada semak-semak dan di pohon dan memakan daun-daunan. Masuk dalam klasifikasi famili Acrididae karena ciri khas belalang kayu yaitu antena pendek, dan terdapat tympana (alat pendengaran pada serangga) pada segmen pertama abdomen.

2. Belalang Sembah atau Belalang Sentadu

5 Jenis Belalang yang Mudah di Temukan di Indonesia

Praying mantis with wings spread as she allows them to dry.

Belalang Sembah atau Belalang Sentadu merupakan serangga dalam ordo Mantodea. Serangga yang dalam bahasa Inggris disebut Praying Mantis ini mempunyai kebiasaan mengatupkan kedua kaki depannya seperti orang yang sedang menyembah. Selain itu, serangga ini juga mempunyai kebiasaan yang menyeramkan dalam bercinta. Belalang betina segera memakan kepala belalang jantan begitu mereka selesai kawin, Sang belalang sembah jantan ini bahkan rela mati demi cinta.Belalang Sembah terdiri atas sekitar 2.000-an spesies yang terkelompokkan dalam 9 Famili yang tersebar di seluruh dunia. Indonesia sendiri memiliki sekitar 200 spesies salah satu yang paling dikenal di Indonesia adalah spesies Hierodula vitrea. Belalang Sembah selain disebut sebagai belalang sentadu juga disebut sebagai congcorang (Sunda dan Betawi), walang kadungatau walang kekek (Jawa) dan mentadak (Melayu). Dalam bahasa Inggris disebut sebagai praying mantis. Kata mantis berasal dari kata Mantes (bahasa Yunani) yang berarti “nabi” atau “peramal nasib”.

Ciri-ciri yang dimiliki belalang sembah adalah memiliki 3 pasang kaki. Dua pasang kali belakang digunakan untuk berjalan sedangkan sepasang kaki depan berguna untuk menangkap mangsa. Kaki depannya sangat kuat dan berukuran paling besar dengan sisi bagian dalamnya berduri tajam yang berguna untuk mencengkeram mangsanya. Belalang sentadu adalah salah satu dari segelintir serangga yang dapat memutar kepalanya hingga 180 derajat.

Belalang sembah adalah serangka pemangsa tingkat tinggi dan merupakan serangga karnivora yang makan segala macam serangga dan terkadang bersifat kanibal. Mereka biasanya diam dan menunggu korban mereka dengan tungkai-tungkai depan dengan posisi yang diangkat ke atas. Serangga ini mempunyai cara kamuflase atau penyamaran yang baik, ada yang mirip seperti daun, ranting, bunga dan sebagainya, sehingga tidak dikenali oleh mahluk yang lainnya, termasuk mangsanya.

Belalang sembah atau belalang sentadu sangat selektif dalam memakan mangsanya. Serangka ini tidak memakan semua bagian tubuh mangsanya dan seringkali menyisakan kaki, sayap dan beberapa bagian tubuh lain yang tidak disukai.

Belalang sembah sangat berguna sebagai pengontrol biologik, sering digunakan sebagai predator di kebun-kebun untuk mengendalikan serangga-serangga yang bersifat hama.

Yang paling unik sekaligus menyeramkan adalah kebiasaannya dalam bercinta. Sang belalang sembah betina akan segera memakan kepala sang belalang jantan begitu perkawinan usai. Jadi seekor belalang sembah jantan selama hidupnya hanya akan mengalami satu kali perkawinan dan satu kali seks untuk kemudian mati menjadi mangsa sang belalang betina. Demi cinta, walang kekek (belalang sembah) ini rela mati di tangan pasangannya.

3. Belalang Hijau

5 Jenis Belalang yang Mudah di Temukan di Indonesia

Atractomorpha crenulata merupakan belalang yang tergolong dalam ordo orthoptera, dengan ciri khas tubuh yang berwarna hijau dan merupakan serangga hama. Belalang Atractomorpha crenulata memiliki tubuh yang terdiri atas caput, toraks, dan abdomen. Belalang ini mempunyai kemampuan polimorfisme warna tubuhnya yaitu kemampuan untuk merubah warna tubuhnya dari hijau menjadi coklat jika suhu lingkungannya semakin tinggi terutama pada musim kemarau yang cukup panjang seperti pada musim kemarau yang lalu. Semakin tinggi suhunya, semakin besar kecenderungan terjadinya perubahan warna menjadi coklat tersebut. Merupakan serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola).

4. Belalang Batu

5 Jenis Belalang yang Mudah di Temukan di Indonesia

 

BELALANG yang tampilannya mengagumkan, memiliki corak seperti batu, dengan warna dominan abu-abu dilengkapi dengan bercak kehitaman dan keputihan. Mulai dari mata, thorax, dada, dan abdomen sampai ke ujung sayap memiliki warna yang  sangat padu, sehingga sangat sukar terlihat apabila hinggap di material berupa ranting kayu atau batu. Bahkan matanya terlihat menyatu dengan kepala, karena cenderung satu warna.

Belalang ini memiliki ukuran sekitar 2,5 cm, tenang dan tergolong jinak. Dapat didekati bahkan disentuh. Dalam pengamatan di lapangan, species ini memilih  lokasi-lokasi yang berumput, berbatu-batu atau bahkan di tanah-tanah terbuka. Ketika bertengger di rumput atau di helai daun yang hijau, akan tampak sangat kontras. Seperti lumpur yang melekat di daun atau ranting. Di lokasi-lokasi pengamatan, jumlah individunya banyak, dapat dijumpai sampai 20-30 individu. Mereka suka berdiam atau hinggap pada tinja ternak sapi atau babi.

5. Belalang Daun

5 Jenis Belalang yang Mudah di Temukan di Indonesia

Belalang Daun Belalang yang berkamuflase, dapat diartikan sebagai penyesuaian warna tubuh makhluk hidup sesuai dengan lingkungannya. Tentu saja keadaan lingkungan sekitar hewan berubah dari waktu ke waktu. Banyak hewan yang mempunyai kemampuan istimewa dalam beradaptasi yang memungkinkan mereka melakukan perubahan warna mengikuti perubahan warna lingkungan sekitar. Beberapa contohnya; belalang hijau hidup di rerumputan, kelinci berbulu putih hidup di musim salju, serta macan yang hidup dipadang rumput yang terhampar kekuningan. Jadi dapat dikatakan bahwa mahkluk hidup berkamuflase dengan menempati suatu daerah atau zona yang mampu menyamarkan tubuhnya.