Rata-rata, nada tertinggi yang bisa didengar telinga manusia adalah sekitar 20 kilohertz, yaitu 20 ribu putaran per detik. Jika frekuensi suara lebih besar dari 20 kilohertz, itu disebut suara ultrasonik atau ultrasound. Sejumlah hewan mampu memancarkan frekuensi ultrasonik dan menggunakannya untuk beberapa tujuan.

1. Burung minyak

Burung Minyak

Steatornis caripensis, burung minyak Amerika Selatan, mencari makan di malam hari dan tidur di gua pada siang hari. Untuk terbang tanpa menabrak di dunia gelap di mana ia hidup, burung minyak menggunakan echolocation atau ekolokasi. Suara yang dihasilkan untuk tujuan ini termasuk frekuensi dalam jangkauan ultrasonik. Tetapi sebagian besar frekuensi echolocation-nya lebih rendah dari 20 kilohertz. Jadi frekuensi ultrasonik mungkin tidak terlalu penting dalam kehidupan burung minyak, menurut International Journal of Avian Science.

2. Kelelawar

Sensor Kelelawar

Pada abad ke-18, percobaan cerdik oleh Lazzaro Spallanzani menunjukkan bahwa kelelawar tidak menggunakan mata mereka untuk menemukan jalan mereka di kegelapan, tetapi sesuatu yang lain. Banyak kemudian, Griffin dan Galambos mulai mengungkap rahasia emisi ultrasonik dan echolocation yang kelelawar gunakan untuk terbang dalam kegelapan, menurut British Society of Rheumatology. Selain menghindari rintangan, kelelawar menggunakan suara ultrasonik untuk menemukan dan menangkap serangga. Tidak semua kelelawar memiliki ketangkasan yang sama dalam ekolokasi. Beberapa spesies lebih baik dari yang lain.

3. Lumba-lumba dan Ikan Paus

Paus Pembunuh atau Orca

Lumba-lumba dan paus menggunakan ekolokasi untuk menavigasi dan mencari mangsa. Ekolokasi ini mengambil bentuk serangkaian klik cepat, sering kali dipancarkan pada frekuensi ultrasonik. Ikan paus dan lumba-lumba tidak memiliki pita suara, tetapi menghasilkan suara oleh struktur dalam saluran hidung yang disebut “bibir phonic” menurut Journal of Experimental Biology. Kelas ikan paus lainnya menghasilkan lagu, biasanya dalam kisaran yang terdengar di telinga manusia, tetapi sering tergelincir ke frekuensi yang lebih tinggi dari 20 kilohertz, menurut Departemen Fisika dan Astronomi Universitas Negeri Georgia.

Baca Pengetahuan Terkait   Mengenali Perbedaan Burung Walet dan Burung Sriti

4. Ngengat

Ngengat

Beberapa ngengat malam-terbang dari keluarga Noctuidae menghasilkan suara ultrasonik saat terbang. Kontak antara ujung sayap belakang mereka menghasilkan suara, menurut D.A. Waters and D. Jones dari School of Biological Sciences, Bristol. Ngengat juga bisa mendengar bunyi ultrasonik dari kelelawar. Ini membantu mereka menghindari dimangsa oleh kelalawar.

5. Tikus

Cara Lengkap dan Propek Budidaya Tikus Putih yang Menguntungkan

Ketika mencit jantan melihat feromon dari pasangan wanita, mereka merespon dengan suara ultrasonik. Ini tampaknya menjadi lagu untuk kawin menurut Timothy E Holy dan Zhongsheng Guo.

6. Katak

Foto Katak

Amolops tormotus, katak endemik ke China, menghasilkan suara ultrasonik. Menggunakan bunyi ultrasonik untuk berkomunikasi dengan katak lain, menurut Archives. Huia cavitympanum, katak yang berada di Kalimantan, memiliki kemampuan yang sama, menurut Publikasi Ilmu Peer-Review.

7. Belalang

Belalang

Beberapa belalang menggunakan frekuensi ultrasonik dalam panggilan kawin mereka, menurut College of Agriculture and Life Sciences dari North Carolina State University.

Jika Bermanfaat, Berikan Penilian untuk Artikel ini