Serangga merupakan salah satu jenis makluk hidup yang menghuni dunia ini. Bagi manusia, kehadiran serangga mungkin banyak menyebabkan masalah. Namun faktanya kehadiran Serrangga justru banyak sekali manfaat yang ditimbulkan bagi ekosistem sekitar. Nah berikut Hewanpedia akan menyajikan informasi seputar pemahaman Serangga secara ilmiah.

Pengertian serangga secara Ilmiah

Serangga sering disebut Hexapoda yang berarti mempunyai 6 kaki atau 3 pasang. Serangga adalah kelompok hewan yang paling banyak jenisnya. Jumlah jenis-jenis serangga bahkan lebih banyak daripada semua jenis hewan yang ada. Menurut para Entomolog, ilmuwan yang mempelajari serangga- di Bumi terdapat sekitar 30 juta jenis serangga dan yang sudah diidentifikasi baru sekitar satu juta.

Tingginya  jumlah serangga karena serangga mampu bertahan hidup pada berbagai habitat yang beragam, mempunyai kapasitas reproduksi yang tinggi dan mempunyai kemampuan untuk menyelamatkan diri dari musuh/predatornya.

Serangga terdapat hampir di semua bagian Bumi. Serangga hidup di dalam tanah, darat, udara, air tawar atau hidup sebagai parasit pada tubuh mahluk hidup lain. Paling banyak ditemukan di ekosistem daratan seperti padang pasir, hutan, dan padang rumput. Serangga mudah ditemukan di habitat air tawar seperti kolam, danau, sungai, dan lahan basah. Serangga sulit ditemukan di laut akan tetapi mudah ditemukan di perairan payau seperti rawa asin dan bakau.

Serangga sangat membantu manusia dalam proses pernyerbukan tanaman pangan, menguraikan bahan-bahan yang sudah lapuk. Serangga juga dapat membahayakan kehidupan manusia. Serangga seperti nyamuk merupakan sumber banyak penyakit mematikan.

Ciri-ciri serangga 

Ciri-ciri serangga yang paling utama adalah mempunyai tiga pasang kaki dan tiga bagian  tubuh yaitu kepala, dada dan perut.

1. Bagian Kepala Atau Caput

Bentuk umum kepala serangga adalah seperti kotak. Pada bagian kepala serangga terdapat  mulut, antena, dan mata. Kepala serangga berfungsi sebagai pengumpul makanan, penerima rangsang dan memproses informasi di otak.

2. Mulut serangga

Mulut serangga dirancang sesuai dengan jenis makanannya. Beberapa serangga sumber makanannya berupa nektar, ciri serangga ini memiliki bagian mulut yang dimodifikasi menjadi tabung yang serupa belalai yang berfungsi untuk menyedot cairan.

Berdasarkan posisi mulut terhadap tubuhnya, tipe kepala serangga dapat dibedakan menjadi:

  1. Hypognatus atau vertical.  Alat mulut mengarah ke bawah contohnya pada Belalang
  2. Prognatus atau horizontal. Alat mulut sejajar dengan tubuhnya contohnya pada Kumbang
  3. Opistoganatus. Alat mulut mengarah ke belakang, contohnya pada Tonggeret.

3. Antena serangga

Serangga memiliki sepasang antena dengan bentuk yang jelas, terlihat seperti benang atau bulu. Setiap jenis serangga mempunyai bentuk antena yang berbeda dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis serangga tersebut.

Antena merupakan organ penerima rangsang seperti bau, rasa, panas. Antena digunakan untuk mendeteksi suara, getaran, dan faktor lingkungan lainnya. Mengetahui jenis-jenis antenna serangga

4. Mata serangga

Serangga memiliki dua jenis mata – mata majemuk (compound eyes) dan mata tunggal (ocellus). Mata majemuk ukurannya lebih besar dan mempunyai banyak lensa mata, memberi serangga gambaran kompleks sekelilingnya. Mata tunggal terdiri dari satu lensa saja. Beberapa serangga memiliki kedua jenis mata tersebut.

5. Bagian Thorax atau dada 

Thorax adalah bagian dada, atau bagian tengah tubuh serangga. Pada bagian thorax ini terdapat sayap dan kaki. Keenam kaki serangga menempel pada bagian dada ini. Thorax juga berisi otot-otot yang mengendalikan gerakan serangga.

Sayap serangga bentuk dan ukurannya berbeda-beda dan dapat dijadikan petunjuk untuk mengidentifikasi jenis serangga. Kupu-kupu dan ngengat memiliki sayap yang tumpang tindih, seringkali dengan warna cemerlang. Beberapa sayap serangga tampak transparan.

Kaki serangga terdiri dari lima bagian atau segmen. Bentuk kaki serangga berbeda-beda sesuai dengan pola pergerakan di habitatnya. Belalang memiliki bentuk kaki yang sesuai untuk melompat, sementara lebah madu memiliki kaki dengan keranjang khusus untuk menahan serbuk sari saat lebah berpindah dari bunga ke bunga.

6. Bagian Abdomen atau Perut Serangga

Perut adalah daerah terakhir di tubuh serangga yang berisi organ vital. Pada bagian perut serangga terdapat organ pencernaan, lambung dan usus untuk menyerap nutrisi dari makanan mereka dan memisahkan sampah. Organ seksual serangga juga terdapat di perut. Kelenjar pheromone yang berguna untuk menandai jejak atau menarik pasangan juga ada di bagian perut serangga.

7. Beberapa ciri-ciri serangga lainnya:

  1. Tubuhnya beruas-ruas, terdiri dari tiga bagian tubuh utama; Kepala, dada dan perut
  2. Mempunyai tiga pasang kaki
  3. Mempunyai dua pasang sayap
  4. Mempunayi mata majemuk dan mata tunggal
  5. Mengalami metamorfosis
  6. Susunan bagian mulut kompleks
  7. Mempunyai satu pasang antenna

Klasifikasi Serangga

klasfikasi serangga

Serangga masuk kedalam filum Anthropoda. Anthropoda artinya hewan yang mempunyai kaki beruas-ruas. Mengutip Borror, dkk (1992) dalam buku Pengenalan Pelajaran Serangga. Arthropoda terbagi menjadi 3 subfilum yaitu Trilobata, Mandibulata dan Chelicerata.

Sub filum Trilobita telah punah, hanya menyisakan fosil. Sub filum Mandibulata terdiri dari 6 kelas, salah satunya Serangga atau Insecta. Kelas Insecta terbagi menjadi 2 sub kelas yaitu Apterygota dan Pterygota. Sub kelas Apterygota terbagi menjadi 4 ordo, sedangkan subkelas Pterygota terbagi menjadi golongan Exopterygota dan Endopterygota.

Jenis-jenis Serangga yang Mudah ditemukan di Sekitar Rumah

Serangga merupakan hewan yang paling mudah dan paling sering ditemui. Berikut ini jenis-jenis serangga yang paling sering ditemukan di sekitar rumah kita.

1. Lebah, Tawon dan Semut

lebah

Lebah, tawon dan semut  masuk ke dalam ordo Hymenoptera. Dalam ordo ini terdapat sekitar 103.000 jenis serangga.

2. Kumbang
Kumbang Tanduk atau Kumbang Badak

Kumbang Tanduk atau Kumbang Badak

Kumbang masuk ke dalam ordo Coleoptera – Terdapat lebih dari 300.000 jenis kumbang yang hidup sampai sekarang. Anggota kelompok ini memiliki exoskeleton keras dan sepasang sayap kaku (elytra) yang berfungsi sebagai penutup dan pelindung bagi sayap belakang mereka yang lebih besar dan lebih halus. Kumbang hidup di berbagai habitat darat dan air tawar. Kumbang merupakan serangga yang jenisnya paling beragam.

3. Kecoak

7 Bahaya Kecoa untuk Kesehatan Manusia

Blattodea – Ada sekitar 4.000  Blattodea yang hidup sampai sekarang. Anggota kelompok ini termasuk kecoak dan waterbugs. Kecoak paling banyak ditemukan  di daerah tropis dan subtropics. Termasuk kedalam ordo

4. Jangkrik dan Belalang

Jangkrik

Jangkrik dan belalang termasuk ke dalam ordo Orthoptera –  Sebagian besar merupakan serangga pemakan tumbuhan dan kebanyakan spesies memiliki kaki belakang yang digunakan untuk melompat. Terdapat lebih dari 20.000 Orthoptera.

5. Capung

Capung

Odonata – Ada lebih dari 5.000 Odonata. Capung masuk ke dalam kelompok ini.

6. Berbagi jenis Kutu

Kutu

Kutu, termasuk kutu pada rambut manusia masuk ke dalam ordo Siphonaptera – Terdapat sekitar 2.400 jenis. Jenis kutu lainnya yang masuk kedalam ordo ini adalah kutu kucing, kutu anjing, kutu manusia, kutu kelinci, kutu tikus, dan banyak lainnya. Kutu adalah parasit penghisap darah.

7. Nyamuk dan Lalat

Gambar Lalat

Nyamuk dan lalat masuk ke dalam ordo Diptera – Ada sekitar 98.500 Diptera. Tidak seperti kebanyakan serangga yang memiliki dua pasang sayap, lalat hanya memiliki sepasang sayap.

8. Belalang sembah

Foto Belalang Sembah

Belalang sembahMantodea – Ada sekitar 1.800 spesies Mantodea yang hidup sampai sekarang. Anggota kelompok ini adalah belalang sembah, memiliki kepala segitiga, badan memanjang, dan kaki depan yang raptorial.

9. Ngengat dan Kupu-kupu

Kupu-kupu Sutera

Ngengat dan kupu-kupu termasuk ordo Lepidoptera yang terdiri dari sekitar 112.000  spesies.

10. Rayap

Rayap Tentara

Rayap adalah serangga sosial yang hidup di sarang komunal besar. Temasuk kedalam ordo Isoptera – yang terdiri dari sekitar 2.300 jenis. Anggota kelompok ini meliputi rayap, rayap di bawah tanah, rayap kayu busuk, rayap kayu kering, dan rayap kayu lembab.